https://pasaman.times.co.id/
Olahraga

Fakta-Fakta Unik Piala Dunia Pertama

Kamis, 01 Januari 2026 - 07:27
Fakta-Fakta Unik Piala Dunia Pertama: Raja, Saudara Kandung, hingga Trofi dalam Koper Tiket Piala Dunia 1930 di Uruguay. (FOTO: FIFA)

TIMES PASAMAN, JAKARTAPiala Dunia 1930 di Uruguay bukan sekadar turnamen sepak bola pertama di dunia. Ajang ini penuh kisah tak lazim—mulai dari raja yang turun tangan memilih tim nasional, pemain bertangan satu, hingga trofi yang dibawa dalam sebuah koper selama pelayaran lintas samudra.

Ragam-jenis-bola.jpgRagam jenis bola yang dipakai pada setiap edisi Piala Dunia. (FOTO: FIFA)

Berikut sederet fakta unik edisi pertama Piala Dunia 1930 Uruguay yang disarikan dari situs FIFA.

Perintah Raja di Balik Tim Rumania

Skuad Rumania ke Piala Dunia 1930 ternyata bukan pilihan pelatih, melainkan titah langsung Raja Carol II. Sang raja baru merebut kekuasaan 35 hari sebelum turnamen dimulai dan menjadikan keikutsertaan di Uruguay sebagai prioritas nasional. Ketika perusahaan minyak asal Inggris—tempat mayoritas pemain Rumania bekerja—menolak memberi cuti panjang, Carol II menelepon langsung pimpinan perusahaan dan mengancam akan menutup operasionalnya. Ancaman itu berhasil. Para pemain pun berangkat.

Empat Tim, Satu Kapal, dan Trofi di Koper
Empat tim Eropa menempuh perjalanan panjang ke Uruguay dengan kapal laut Italia, Conte Verde. Kapal ini berangkat dari Genoa membawa Rumania, lalu singgah di Prancis untuk menjemput tim Prancis, tiga wasit, serta Presiden FIFA Jules Rimet—yang menyimpan trofi Piala Dunia di dalam kopernya. Belgia dan Brasil naik di Barcelona dan Rio de Janeiro. Total perjalanan memakan waktu 16 hari. Selama pelayaran, pemain berlatih dengan berlari di dek kapal dan menikmati hiburan musik pada malam hari.

Warna Jersey yang Berbeda dari Sekarang
Brasil identik dengan kostum kuning, Bolivia dengan hijau, dan Chile dengan merah. Namun di Piala Dunia 1930, ketiganya justru tampil dengan seragam putih.

Preguinho, Atlet Sepuluh Cabang
Pencetak gol pertama Brasil di Piala Dunia, Preguinho, adalah atlet multi-talenta. Ia pernah berkompetisi di sepuluh cabang olahraga, termasuk atletik, renang, bola basket, hingga polo air. Pada suatu hari di 1925, ia menjuarai lomba renang 600 meter di Rio, lalu langsung menuju stadion untuk melakoni debut bersama Fluminense dan membantu timnya meraih kemenangan.

Turnamen Para Pemuda
Beberapa pemain berusia sangat muda mencetak sejarah. Manuel Rosas (Meksiko) dan Nicolae Kovacs (Rumania), yang sama-sama berusia 18 tahun, masuk jajaran pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia. Yugoslavia bahkan mencatatkan diri sebagai tim dengan rata-rata usia termuda—21 tahun tujuh hari.
Di bangku pelatih, Argentina dan Chile dipimpin oleh pelatih berusia 27 dan 29 tahun. Sementara itu, Uruguay menjuarai turnamen dengan pelatih berusia 31 tahun, Alberto Suppici, yang hingga kini masih menjadi pelatih termuda yang mengangkat trofi Piala Dunia.

Saudara Kandung di Lapangan
Tiga pasang saudara tampil di Piala Dunia pertama: Juan dan Mario Evaristo (Argentina), Jean dan Lucien Laurent (Prancis), serta Rafael dan Francisco Garza Gutierrez (Meksiko). Fenomena saudara kandung di laga final kemudian terulang di era-era berikutnya. Menariknya, Alvaro Gestido yang tampil di seluruh laga Uruguay memiliki saudara bernama Oscar Diego Gestido, yang kelak menjadi Presiden Uruguay.

Keberanian di Tengah Cedera
Pemain Amerika Serikat, Ralph Tracy, mengalami patah kaki di semifinal, tetapi tetap ingin melanjutkan pertandingan. Baru setelah dibujuk dokter setempat pada jeda laga, ia bersedia ditarik keluar. Rekannya, James Gentle—satu-satunya pemain AS yang bisa berbahasa Spanyol—kelak justru meraih medali Olimpiade, bukan di sepak bola, melainkan hoki.

Semifinal Kembar 6-1
Kedua semifinal berakhir dengan skor identik 6-1. Argentina menyingkirkan Amerika Serikat, sementara Uruguay menundukkan Yugoslavia. Skor ini tergolong langka dan baru terulang beberapa kali sepanjang sejarah Piala Dunia hingga 2022.

Pahlawan Bertangan Satu
Hector Castro menjadi penentu kemenangan Uruguay di final dengan mencetak gol keempat ke gawang Argentina. Ia dijuluki El Manco karena kehilangan satu lengan akibat kecelakaan gergaji listrik saat berusia 13 tahun.

Final Panas dan Sengketa Bola

Timnas-Argentina-a.jpgTimnas Argentina tampil dengan setelah jas dan celana pendek sebelum pertandingan. (FOTO: FIFA)

Argentina dan Uruguay berselisih soal bola yang digunakan di final. Keduanya bersikeras memakai bola buatan negara masing-masing. Presiden FIFA Jules Rimet akhirnya memutuskan: babak pertama menggunakan bola Argentina, babak kedua bola Uruguay. Hasilnya kontras—Argentina unggul 2-1 di babak pertama, tetapi Uruguay mencetak tiga gol tanpa balas di babak kedua untuk menjadi juara dunia pertama.

Salami dan Top Skor

Timnas-Uruguay-menjadi-kampium-Piala-Dunia-1930.jpgTimnas Uruguay menjadi kampium Piala Dunia 1930 dengan mengalahkan Argentina di final dengan skor 4-2.

Tanpa ahli gizi atau pemeriksaan medis, pemain bebas memilih makanan. Guillermo Stabile, top skor turnamen dengan delapan gol, bahkan melarang rekan-rekannya makan sandwich salami—meski ada pemain yang mengaku tetap makan dua porsi sebelum bertanding. Delapan gol Stabile bertahan sebagai rekor selama 20 tahun.

Piala Dunia Satu Kota
Piala Dunia 1930 hanya digelar di satu kota, Montevideo, dengan tiga stadion. Bandingkan dengan Piala Dunia 2002 Korea–Jepang yang berlangsung di 20 kota dan 20 stadion.

Piala Dunia pertama bukan hanya fondasi sepak bola modern, tetapi juga panggung kisah-kisah manusia yang unik, heroik, dan terkadang nyaris tak masuk akal—sebuah warisan yang terus hidup hingga hari ini. (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Pasaman just now

Welcome to TIMES Pasaman

TIMES Pasaman is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.