TIMES PASAMAN, LUBUK BASUNG – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, membutuhkan 1.744 unit hunian tetap bagi penyintas bencana alam yang rumahnya mengalami rusak berat akibat banjir bandang dan tanah longsor. Saat ini, sebagian penyintas masih tinggal di hunian sementara maupun menumpang di rumah keluarga.
“Kita membutuhkan 1.744 unit hunian tetap bagi penyintas bencana di Kecamatan Palembayan, Malalak, dan Tanjung Raya,” kata Bupati Agam Benni Warlis di Lubuk Basung, Minggu (25/1/2026).
Benni menjelaskan, pembangunan hunian tetap tersebut memerlukan anggaran yang cukup besar dan telah dimasukkan dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lahan untuk mendukung percepatan pembangunan.
Lahan yang disiapkan berada di Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, serta di Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya. Menurut Benni, lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Agam.
“Lahan ini merupakan aset Pemkab Agam dan mudah-mudahan pembangunan hunian tetap bisa dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Ia menambahkan, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam pada akhir November 2025 mengakibatkan 2.283 unit rumah rusak berat, dengan kategori rusak fisik, hanyut, dan berada di lokasi terancam.
Dari jumlah tersebut, 358 kepala keluarga memilih tinggal di hunian sementara, 612 kepala keluarga mengambil dana tunggu hunian yang telah disalurkan, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi.
Pembangunan hunian sementara telah dilakukan di sejumlah lokasi. Di Kecamatan Palembayan, hunian sementara dibangun di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia sebanyak 117 unit; Lapangan Bola Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, 88 unit; serta Lapangan Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, 51 unit. Selain itu, Lahan DOB Bancah Balingka, Kecamatan Ampek Koto, dibangun 33 unit.
Sementara di wilayah lain, hunian sementara dibangun di Lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak sebanyak 14 unit; Lahan Kampung Ujuang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya 35 unit; serta di Objek Wisata Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 19 unit.
“Hingga kini, hunian sementara di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan telah selesai dan dihuni oleh 117 penyintas. Sementara lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan,” kata Benni.
Bencana tersebut juga mengakibatkan 202 warga meninggal dunia. Santunan dari Kementerian Sosial telah disalurkan kepada 195 orang, sementara tujuh korban belum menerima santunan karena tidak memiliki keluarga.
“Belum ada keluarga terdekat dan kemungkinan mereka menjadi korban seluruhnya,” katanya. (*)
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |